Cari Blog Ini

Minggu, 15 Juni 2025

JAGA MANGROVE : TABUNGAN MASA DEPAN DITENGAH LAJU INDUSTRI

            Beberapa hari terakhir ini kita diramaikan oleh isu potensi pencemaran lingkungan yang terjadi di Kepulauan Raja Ampat yang disebabkan oleh aktivitas penambangan nikel oleh beberapa Perusahaan. Hal ini sekaligus mengingatkan kita akan perlunya kesadaran untuk menjaga lingkungan terutama lingkungan laut.

Kabupaten Brebes adalah salah satu Kabupaten yang berada di wilayah pesisir pantai utara Jawa dengan memiliki garis pantai 73 Km yang terdiri dari 5 Kecamatan yang dimana wilayah ini memiliki potensi vegetasi mangrove yang sangat penting sebagai penyangga lingkungan dengan berperan sebagai pencegah abrasi, penahan gelombang pasang, menciptakan mikrohabitat bagi berbagai biota laut, dan sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon).

Beberapa tahun terakhir ini kita dapat melihat langsung perkembangan industri di Kabupaten Brebes sangat pesat, hal ini dapat kita lihat dengan ramainya kendaraan para pekerja yang melaju di sepanjang jalur pantura saat pagi atau sore hari. Kabupaten Brebes memang menjadi primadona sebagai daerah relokasi industri yang sebelumnya berada di wilayah Jabodetabek (Tangerang, Bekasi, Cikarang) terutama untuk industri padat karya seperti pabrik sepatu. Ekspansi ke wilayah Brebes ini disebabkan beberapa hal antara lain murahnya atau rendahnya Upah Minimum Kabupaten (UMK)  tenaga kerja di Kabupaten Brebes, selain itu juga dukungan pemerintah Daerah yang menyiapkan lahan sebagai Kawasan Industri Industri sekitar 90.00 Hektare (dikutip dari laman ppid.dpmptsp.jatengprov.go.id).

Selama tahun 2024 Kabupaten Brebes mampu menumbuhkan perekonomian positif sebesar 5,02% yang salah satu kontribusinya dari industri-industri baru ini. Hal ini tentunya suatu pencapaian yang baik bagi Kabupaten Brebes, namun perlu menjadi pertimbangan juga terkait dengan dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh Industri-Industri yang ada ini. Dampak yang ditimbulkan ini dapat berupa produksi limbah, pencemaran lingkungan perairan, dan polusi udara oleh emisi karbon, baik yang dihasilkan dari operasional pabrik atau peningkatan jumlah kendaraan.

Kondisi ini menjadikan peran keberadaan kawasan pesisir dengan vegetasi mangrove menjadi sangat penting dalam hal mengurangi dampak pencemaran lingkungan terutama dalam hal pencemaran udara oleh aktivitas pabrik dan banyaknya kendaraan. Mangrove, secara khusus, memiliki kemampuan menyerap karbon hingga lima kali lebih besar dari hutan daratan. Karbon ini disimpan tidak hanya di biomassa pohonnya, tetapi juga di tanah mangrove yang padat dan tergenang air, sehingga mampu menyimpan karbon dalam jangka waktu sangat lama.

Sejauh ini telah banyak upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Brebes dalam pelestarian mangrove, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan baik yang diinisiasi oleh ‘Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI AL ataupun dari organisasi relawan, serta kelompok Masyarakat. Kita bisa melihat misalnya kegiatan penanaman mangrove yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Pulau Cemara, LANAL Tegal melakukan penanaman di Pantai Randusanga, bahkan baru-baru ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program yang dinamai dengan “Mageri Segoro” dengan melakukan penanaman Mangrove di 17 titik sepanjang pesisir Utara Jawa Tengah salah satunya di Brebes. Namun banyaknya kegiatan dan program seperti ini belum cukup untuk mewujudkan kelestarian mangrove, tetapi perlu didukung juga oleh langkah-langkah strategis lainnya seperti pengawasan dan perlindungan melalui penetapan zonasi perlindungan mangrove secara tegas dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW). Sementara itu, pelaku industri pun harus dilibatkan dalam skema tanggung jawab lingkungan melalui program rehabilitasi dan pelestarian mangrove. Edukasi kepada masyarakat pun tak kalah penting, agar muncul kesadaran kolektif bahwa mangrove bukanlah hutan yang bisa ditebang seenaknya, melainkan tabungan karbon masa depan.

Kabupaten Brebes memiliki peluang besar untuk menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. Dengan mempertahankan dan merehabilitasi mangrove, Brebes tidak hanya menjaga ekosistem lokalnya, tetapi juga turut berkontribusi dalam upaya global melawan krisis iklim. Inilah saatnya kita melihat mangrove Lestari dan pembangunan berjalan seiring disertai dengan udara yang sehat.

Kamis, 27 Januari 2022

Prosedur Darurat di atas Kapal


Prosedur Darurat merupakan tata cara atau Langkah-langkah yang harus dilakukan awak kapal pada saat terjadinya keadaan darurat. Bekerja di atas kapal sangat besar resikonya terhadap keselamatan baik itu yang menyangkut awak, muatan maupun kapal itu sendiri. Beberapa jenis keadaan darurat diatas kapal diantaranya adalah;

a.    Kebocoran/tenggelam

b.    Tubrukan

c.     Kebakaran/ledakan

d.    Kandas

e.    Orang Jatuh Ke Laut (Man Over Board)

Keadaan darurat tersebut dapat terjadi disebabkan oleh factor-faktor antara lain;

1.    Faktor alam

Kekuatan alam tidak bisa dilawan, namun dapat dihindari dan diminimalisasi dampaknya. Berbagai macam kondisi alam yang dapat menyebabkan terjadinya keadaan darurat seperti angin kencang (badai), gelombang tinggi, ataupun cuaca buruk lainnya. Untuk mengurangi terjadinya korban pada saat kondisi darurat karena faktor alam, calon awak kapal harus dibekali dengan kompetensi-kompetensi penyelamatan diri seperti Basic Safety Training (BST)

2.    Faktor Teknis, dan

Keadaan darurat yang disebabkan oleh faktor teknis ialah keadaan darurat yang berasal dari kondisi performa dari kapal itu sendiri, banyak hal yang dapat terjadi seperti kondisi kapal yang kurang perawatan sehingga dapat membuat badan kapal keropos, sehingga dapat menyebabkan kebocoran. Oleh karena itu kapal dan mesin harus selalu dalam kondisi terawat, seperti docking rutin tahunan, atau pelumasan mesin dan perawatan lainnya.

3.    Faktor Manusia

Manusia menjadi faktor penting dalam pengusaan suatu kapal, kapal yang dilayarkan atau dikuasai oleh awak-awak yang kompeten memiliki sertifikat keahlian yang dibutuhkan. Kecelakaan yang disebabkan oleh faktor manusia presentasenya lebih besar karena ketidakmampuan atau tidak kompeten dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Seorang Nakhoda atau perwira harus betul-betul mampu dalam melakukan identifikasi bahaya, pengamatan dan mengambil keputusan-keputusan yang cepat dan tepat pada proses pelayaran, dan mampu mengatur internal kapalnya sehingga tugas-tugas masing-masing awak kapal dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Minggu, 14 Juni 2015

Explore Belitung Island


Rencana ini sudah ada beberapa bulan yang lalu, ketika kata – kata yang terucap keluar “Kapan kita Belitung?” setelah mendengar ini semua terlihat semangat dan masing – masing membayangkan keindahan pulau ini.
Kamis pagi hari tiba, saatnya kita berangkat ke Tanjung Pandan yang merupakan ibu kota Kab. Belitung. Untuk sekedar  informasi bahwa Kepulauan Belitung ini terdiri dari 2 (dua) Kabupaten yaitu Kab. Belitung dengan Ibu Kota Tanjug Pandan dan Kab. Belitung Timur dengan Ibu kota nya Manggar.
Sampainya kita di Bandara H.A.S Hanandjoeddin, tanpa istirahat langsung melanjutkan perjalanan menuju Manggar dengan jarak tempuh 78 Km dalam waktu kurang lebih satu jam. Kota Manggar ini terkenal dengan julukan Kota 1001 Warung Kopi karena disini memang terdapat banyak sekali warung kopi hampir sepanjang jalanan disini dapat ditemui warung kopi.
Kurang lebih satu jam berlalu tibalah kita di Manggar, dan saatnya kita mencoba kenikmatan rasa kopi, kita mampir ke salah satu warung kopi yaitu Warung Kopi Atet. Sambil menikmati kopi dan mengamati para penyuka kopi lainnya saya terfokus dengan salah satu tulisan yang terdapat di dinding warkop ini, disana tertulis “Mun Lum Ngupi Lum Sampai Manggar” berarti kalau kita belum menikmati kopi disini sama saja kita belum pernah sampai di kota ini.
Perjalanan tidak cukup sampai disini, dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa tempat terkenal tentang cerita anak – anak laskar pelangi. Tempat ini memang lebih dikenal lagi oleh banyak orang karena diangkatnya cerita anak – anak laskar pelangi dalam buku dan difilm kan yang salah satu diantara anak – anak tersebut adalah penulis buku nya sendiri yaitu Andrea Hirata (Ikal).
Terdapat beberapa lokasi yang dikunjungi diantaranya Museum Kata Andrea Hirata, Replika SD Muhammadiyah Gantung yang merupakan sekolah anak – anak laskar pelangi. Museum Kata Andrea Hirata ini cukup unik, dan menginspirasi. Rumah ini notabene nya merupakan Rumah Kediaman dari Andrea Hirata sewaktu kecil, disini terdapat banyak buku – buku, photo – photo dari pemeran – pemeran Film Laskar Pelangi, meja belajar dan dapur yang unik. Lokasi berikutnya adalah replika SD Muhammadiyah Gantung, oh ya Gantung ini merupakan salah satu kecamatan di Kab. Belitung Timur kira – kira berjarak 20 Km dari Manggar. Replika SD Muhammadiyah Gantung ini awalnya ada yang dibangun untuk keperluan Syuting Film Laskar Pelangi dimana terletak di lokasi yang sama denga Sekolah dulu yang pernah ada, terdapat juga replika SD Muhammadiyah Gantung yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan yang paling populer adalah replika SD Muhammadiyah Gantung yang dibangun oleh penulis sekaligus anak laskar pelangi itu sendiri.
 Tak terasa waktu berlalu hari pun mulai gelap, kita melanjutkan perjalanan pulang ke Tanjung Pandan. Keesokan harinya mulai dari pagi kita menelusuri beberapa pulau yang ada di sekitar Pantai Tanjung Kalayang, disana ada beberapa pulau diantaranya ada pulau lengkuas yang paling ramai, pulau kepayang, dan pulau pasir. Di Pulau ini kita menyempatkan untuk snorkling walaupun kurang begitu waah pemandangan bawah airnya tapi yaa cukup menyenangkan yang penting bisa jepret dalam air. Destinasi terakhir adalah Pantai Tanjung Tinggi, Pantai yang terdapat banyak batu – batu besar ini merupakan lokasi syuting film laskar pelangi, dengan hamparan pasir putih dan air yang jernih pantai terlihat sangat indah, batu – batunya yang besar menambah indahnya pemandangan, disini kita sempatkan untuk berburu sunset dari ketinggian batu – bau yang berjejer walau akhirnya sunset 

Senin, 02 Februari 2015

IMPIAN ITU MASIH DALAM ANGAN-ANGAN

Tepatnya September tahun lalu, kesempatan itu datang untuk yang kelima kalinya, dengan tekad yang kuat aku harus mulai kembali memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya. Dalam berbagai situasi dan waktu aku harus menyempatkan diri untuk mengasah kembali kemampuanku semaksimal mungkin.

Dalam sekejap waktunya pun tiba, aku mulai masuk dalam ke dalam tahapan itu yang tahun sebelumnya aku belum mampu untuk melaluinya. Modal kepercayaan yang tinggi dan hasil dari kemampuan yang telah memang kusiapkan untuk ini. Akhirnya tahpan ini berhasil aku lewati dengan hasil yang baik.

Belum selesai