Cari Blog Ini

Sabtu, 31 Januari 2009

Dokter artis

Rizna Nyctagina mengalami betapa supersibuknya hidup di dua dunia yang berbeda. Sejak setahun terakhir, Gina--sapaan akrab gadis 24 tahun ini--harus pintar membagi waktunya antara dunia akademik dan hiburan. Pemeran Jeng Kelin dalam acara komedi situasi Prime Time yang ditayangkan Trans TV saban Ahad ini mesti gapah-gopoh mengejar pendidikan calon dokternya.

Makanya, ke mana-mana, termasuk ke lokasi syuting, Gina selalu membawa buku-buku kedokterannya. Sarjana kedokteran dari Universitas Trisakti, Jakarta, ini menaruh buku-buku itu di bagasi mobilnya. Boleh dibilang, mobilnya mirip perpustakaan keliling. "Saya ingin dua-duanya berjalan sama-sama dan perfect," katanya. Ia melanjutkan kuliah ke program spesialis kandungan.

Menjadi dokter merupakan obsesi Gina sejak masih bocah. Adapun dunia hiburan dimasukinya tanpa sengaja ketika ia duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kala itu, secara kebetulan Gina "ditangkap" seseorang dari Kawanku di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, yang menawarinya untuk menjadi model sampul majalah remaja itu. "Saya mau karena buat lucu-lucuan saja," kata putri tunggal pasangan Imam Djauhari dan Cut Fauziah ini.

Setelah itu, Gina yang serius belajar ini kembali berkutat dengan buku-buku pelajaran sekolahnya. Lulus sekolah menengah atas, nasib kembali membawa Gina ke dunia hiburan. Saat kuliah, ia kembali "tertangkap" seorang pencari bakat, juga di Pondok Indah Mall. Gadis yang gemar nonton film kartun dan komedi ini ditawari menjadi model iklan. Sosoknya kemudian kerap muncul di layar kaca sebagai bintang iklan, antara lain, sabun Fresh and Natural dan sampo Sunsilk.

Sejak itu, tawaran untuk membintangi iklan dan sinetron mulai berdatangan. Jadilah Gina kemudian hanyut dalam dunia hiburan. Hanya, ia lebih sering mendapat peran antagonis dalam setiap sinetron yang dibintanginya sehingga namanya tak begitu mencorong.

Toh, karakter antagonis itulah yang justru mengantarkannya memerankan Jeng Kelin, sosok menjengkelkan tiada duanya. Sebagai Jeng Kelin, Gina muncul dengan dandanan cemong-cemong mirip badut dan bersuara cempreng. Ia juga dituntut memainkan dua sifat: sok tau dan bodoh. "Saya senang (menerima peran itu), karena menantang," ujar keponakan perancang busana Iwan Tirta ini.

Yang jelas, sosok Jeng Kelin yang antagonis dan menjengkelkan itu justru membuat acara Prime Time di Trans TV menjadi lebih hidup dan kian digemari pemirsa. Dan. lama-kelamaan, program komedi situasi itu juga ikut melambungkan nama gadis yang senantiasa terlihat bermimik serius ini.

Kini sukses di dunia hiburan dan jalan menjadi seorang dokter telah terbuka lebar bagi Gina. Meski begitu, ke depan Gina lebih memilih menekuni kariernya di kedokteran. "Dokter kan lebih 'abadi', sedangkan artis bisa diganti dengan yang lebih muda," kata gadis yang bercita-cita melanjutkan kuliah ke program spesialis kandungan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar